Daftar Isi

Senin, 02 Agustus 2010

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PROSES MERUMUSKAN MASALAH
DALAM PENELITIAN TINDAKAN KELAS


Andaikan salah satu diantara banyak masalah pembelajaran matematika SMP yang dihadapi/teridentifikasi adalah: rendahnya kemampuan dan keterampilan siswa SMP Kelas VII dalam melakukan operasi bentuk aljabar. Hal itu antara lain ditunjukkan oleh kemampuan siswa SMP Kelas VII dalam memaknai unsur-unsur pada bentuk aljabar salah, misalnya: siswa memaknai variabel yang salah, yaitu: a = apel, b = buku, padahal a dan b adalah variabel yang mewakili bilangan. Siswa juga kurang paham dan kurang terampil melakukan operasi bentuk aljabar, yang ditandai dengan kekeliruan dalam mengoperasikan unsur-unsur bentuk aljabar, misalnya: 2a + b = 2ab, 3a (a + 4b) = 12ab.
1. Mari kita analisis masalah itu dari segi karakteristiknya dan kemungkinan penyebabnya.
a. Masalah itu adalah masalah yang sering dijumpai dalam pembelajaran matematika sehari-hari di Kelas VII.
b. Cakupan masalah tidak luas sehingga penanganan tindakan untuk mengatasinya diprediksi tidak akan merepotkan. Ruang lingkup masalah hanya berkenaan dengan pembelajaran 2 kompetensi dasar (KD) yang saling terkait, yaitu: 2.1 Mengenali bentuk aljabar dan unsur-unsurnya dan 2.2 Melakukan operasi bentuk aljabar.
c. Untuk mengatasi masalah itu tidak diperlukan banyak sarana, media, dan buku sumber karena media dan sumber belajar yang diperlukan banyak dijumpai di sekitar kehidupan siswa di sekolah maupun di rumah.
d. Kemampuan mengenali dan melakukan operasi bentuk aljabar di Kelas VII SMP adalah kemampuan yang sangat strategis. Kemampuan itu merupakan salah satu kemampuan yang mendasari kemampuan lainnya dalam belajar matematika berikutnya di SMP. Kemampuan itu belum pernah dipelajari di SD. Oleh karena itu kemampuan itu termasuk kemampuan prasyarat yang penting karena menjadi modal utama siswa dalam mempelajari semua kompetensi dasar terkait kajian aljabar di SMP, antara lain: (1) menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, (2) menggunakan bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, dan perbandingan dalam pemecahan masalah, (3) memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis, (4) memahami sistem persamaan linear dua variabel dan menggunakannya dalam pemecahan masalah. Kemampuan melakukan operasi bentuk aljabar di Kelas VII berhubungan langsung dengan kemampuan melakukan operasi bentuk aljabar yang diperluas dan kemampuan menguraikan bentuk aljabar ke dalam faktor-faktornya di Kelas VIII.
e. Mengingat kemampuan melakukan operasi bentuk aljabar merupakan prasyarat utama dalam mempelajari kompetensi lain, maka masalah itu harus segera diatasi agar pencapaian kompetensi siswa berikutnya tidak semakin memburuk. Ingat bahwa KD-KD yang dipelajari siswa pada matematika saling terkait dan tersusun secara hirarkis. Bila kemampuan prasyarat bermasalah maka hampir pasti siswa akan kurang menguasai kemampuan matematika berikutnya.
f. Masalah itu sangat nyata karena penyebabnya cukup mudah untuk dikenali. Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain:
• Kurang dikuasainya latar belakang materi oleh guru, khususnya terkait pengertian/ maksud dari suku, variabel, konstanta dan koefisien dalam bentuk aljabar.
• Kurangnya penguasaan guru dalam memilih dan mengelola media pembelajaran yang sesuai
• Kurang tepat dalam pemilihan metode pembelajaran yang berdampak pada praktik pembelajaran yang sulit menimbulkan antusiame siswa dalam belajar
• Pelaksanaan pembelajaran mengenali bentuk aljabar dan unsur-unsurnya tidak kontekstual sehingga pembelajarannya kurang bermakna bagi siswa sehingga siswa kurang dapat memaknai hakekat simbol-simbol aljabar dan makna dari operasinya.
• Walaupun proses pembelajaran sudah kontekstual, namun terjadi salah arah atau salah konsep dalam proses pembelajaran. Kesalahan itu misalnya adalah makna variabel dikonkretkan sebagai nama benda (mewakili benda) bukan mewakili banyak suatu benda (objek) atau bilangan. Contoh: 3 apel disimbolkan dengan 3a, dan a mewakili apel, bukan mewakili banyaknya apel atau mewakili harga sebuah/sekelompok apel. Hal itu terjadi kemungkinan karena keterbatasan penguasaan tentang pengertian dari unsur-unsur bentuk aljabar.
• Lemahnya siswa dalam operasi hitung bilangan bulat dan pecahan yang telah dipelajari siswa sejak di SD dan dilanjutkan pada saat awal belajar di SMP (standar kompetensi pertama yang dipelajari di SMP).
g. Penanganan masalah itu memerlukan tindakan yang berkelanjutan dan waktu yang cukup (diprediksi perlu lebih dari satu siklus untuk dicapainya hasil yang optimal) karena penanganan tidak hanya berkait dengan kemampuan siswa dalam melakukan operasi bentuk aljabar saja, namun juga berkaitan dengan kemampuan siswa dalam mengenali bentuk aljabar dan melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan yang pada umumnya juga rendah.
h. Penanganan masalah dapat dilakukan dengan berbagai cara merujuk pada hasil analisis kemungkinan faktor-faktor penyebabnya. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan membelajarkan kemampuan melakukan operasi bentuk aljabar secara kontekstual.
i. Usaha mengkonkretkan bentuk aljabar dan unsur-unsurnya serta operasinya secara konteks-tual sangat penting karena hal itu akan ber-dampak langsung pada kemampuan bermakna siswa dalam melakukan operasi bentuk aljabar sekaligus akan menguatkan guru dalam pengua-saan materinya tentang hakikat pengertian unsur-unsur aljabar dan makna operasinya. Dengan demikian, masalah itu sangat nyata dan berhubungan dengan pengembangan kurikulum, khususnya terkait pengembangan silabus, RPP dan bahan presentasi, penguatan materi, dan praktik mengajar sekaligus.
3. Dari uraian tersebut, selanjutnya dapat dirumuskan masalahnya. Misalnya masalah yang akan dipecahkan difokuskan pada aspek praktik mengajar. Dengan demikian rumusan masalahnya antara lain adalah:
a. Apakah pemahaman dan keterampilan siswa dalam melakukan operasi bentuk aljabar dapat ditingkatkan dengan pembelajaran secara kontekstual menggunakan benda-benda konkret?
b. Apakah pemahaman dan keterampilan siswa dalam melakukan operasi bentuk aljabar dapat ditingkatkan dengan menerapkan metode permainan menggunakan kartu bilanagn bentuk aljabar?
c. Apakah pemahaman dan keterampilan siswa dalam melakukan operasi bentuk aljabar dapat ditingkatkan dengan menerapakan pembelajaran kooperatif ?
d. Apakah pemahaman dan keterampilan siswa dalam melakukan operasi bentuk aljabar dapat ditingkatkan dengan menerapakan metode pembelajaran latihan terstruktur yang dihubungkan dengan kemampuan prasyarat ?


Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah mencakup: (1) mendaftar semua masalah yang dihadapi, (2) mengidentifikasi masalah mana yang layak dikaji, (3) menganalisis masalah, (4) merumuskan masalah.
1. Masalah merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dan kenyataan. Masalah dapat berupa situasi tidak memuaskan atau ganjalan pikiran dan perasaan yang mendorong diri kita (guru/peneliti) untuk mencari solusi.
2. Mengidentifikasi masalah merupakan langkah pertama PTK yang harus dilakukan. Hal itu dapat dilakukan pada saat merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan. Dalam refleksi diingat kembali kejadian, atau hal-hal yang membuat diri kita (guru/peneliti) tidak puas. Hasil refleksi dapat dituangkan dalam berbagai bentuk, salah satunya dalam bentuk tulisan Case Study.
3. Mengidentifikasi masalah adalah kegiatan untuk menemukan masalah nyata yang terjadi di sekitar kita yang dalam konteks ini adalah di sekitar pembelajaran matematika yang kita kelola sehari-hari. Dari identifikasi masalah akan dihasilkan daftar masalah yang terjadi di kelas.
4. Masalah-masalah yang telah teridentifikasi hendaknya dicarikan jalan keluar atau solusinya. Bila akan dilakukan PTK, tidak semua masalah layak dikaji melalui PTK. Masalah yang dapat dikaji melalui PTK adalah masalah yang memenuhi karakteristik: (a) berkaitan dengan pembelajaran sehari-hari, (b) cakupannya tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit, (c) sesuai dengan kemampuan guru, (d) strategis, (e) membutuhkan penanganan yang relatif segera, (f) nyata, (g) memerlukan penanganan secara berkelanjutan
5. Masalah yang ditemukan ada kemungkinan masih belum jelas atau samar-samar. Untuk itu perlu dilakukan analisis masalah yang tujuannya untuk: (a) mendapat kejelasan masalah sesungguhnya, (b) kemungkinan faktor penyebabnya, (c) menentukan kadar permasalahan.
6. Analisis masalah dapat dilakukan dengan bantuan sumber-sumber atau bahan yang merupakan hasil kerja siswa atau umpan balik dari guru.
7. Setelah masalah dianalisis, selanjutnya perlu dirumuskan masalahnya secara kongkret dan operasional sehingga menuntun alternatif solusinya.
8. Rumusan masalah:
a. Masalah yang dirumuskan memenuhi karakteristik masalah penelitian
b. Merupakan pertanyaan yang akan dicari jawabannya melalui penelitian
c. Masalah dirumuskan dalam kalimat pertanyaan
d. Masalah dirumuskan secara rinci yang menunjuk pada proses dan hasil.
e. Rumusan masalah menunjukkan hubungan antara dua variabel

Rujukan: Bahan ajar cetak dengan judul: Penelitian Tindakan SD - 4 SKS oleh Aunurrahman terbitan Ditjen Dikti Depdikna

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Guru Profesional

Menghadapi berbagai tantangan dalam reformasi pendidikan nasional, diperlukan kualitas guru yang mampu mewujudkan kinerja profesional , modren, dalam nuansa pendidikan